DETAIL BERITA
PULANG RESEPSI, MINI BUS MASUK SUNGAI DI PRIGEN
oleh : 2010-07-22 10:15:47 [ Redaksi ]

Sebuah kecelakaan kembali terjadi kemarin. Kali ini, menimpa rombongan asal Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, 11 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka.
Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar pukul 14. 30. Tepatnya, di Jl. Kabupaten, termasuk Dusun Kesiman, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen. Kecelakaan itu terjadi saat kendaraan dengan nopol N 703 RU bermaksud pulang usai menghadiri acara pernikahan di Trawas, Mojokerto.
"Kabarnya memang habis menghadiri pernikahan," kata Joko, salah satu saksi di lokasi kejadian. Hanya saja, rombongan ini tidak melewati jalan rasa biasanya, Trawas-Prigen. Selain rute yang ditempuh lebih jauh, jalan yang dilewati juga berkelok. Termasuk, di simpang jurang Ampel, Desa Lumbangrejo, Prigen.
Karena itu, dengan harapan lebih cepat sampai rumah, rombongan pun memilih jalur alternatif Trawas-Pandaan. Namun, belum sampai rumah, mobil dengan 19 penumpang, termasuk sopir dan kenek itu mengalami nahas. Mobil tersebut terperosok ke dalam sungai sedalam tiga meter.
Peristiwa itu terjadi saat mobil yang dikemudian Suudi, 44, itu sampai di simpang Brubuh, Dusun Kesiman, Desa Sukorejo, Kecamatan Prigen. Saat itu, mobil sebenarnya melaju dengan kecepatan sedang. Namun, saat sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba muncul kendaraan pikap dari arah berlawanan.
Suudi yang belum menguasai medan pun berusaha membanting kemudi ke sisi kiri jalan. Namun, reaksi spontan itu jusru berbuah petaka. Mobil itu akhirnya terperosok ke dalam sungai sedalam tiga meter. Beruntung. Seluruh penumpang berhasil selamat. Termasuk si sopir.
Meski begitu, sedikitnya 11 orang terpaksa dilarikan ke UGD Puskesmas Pandaan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit Purut, Kota Pasuruan. Rata-rata, para korban mengalami luka robek akibat benturan.
Sementara itu, sejauh ini, belum diperoleh kepastian penyebab kecelakaan itu. Kanit Laka Polres Pasuruan Iptu Supriadi menyatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Namun, berdasar keterangan saksi, peristiwa itu terjadi saat mobil tersebut menghindari pikap yang melaju dari arah berlawanan.
"Masih kami selidiki. Cuma, keterasangan saksi di lapangan demikian," katanya. Dugaan itu bisa jadi ada benarnya. Apalagi, selain kondisi jalan yang sempit, pengemudi juga dinilai kurang menguasai medan lantaran warga luar kota. Sekitar pukul 17.00, mobil nahas tersebut akhirnya berhasil dievakuasi. (jawapos.com)
Peristiwa itu sendiri terjadi sekitar pukul 14. 30. Tepatnya, di Jl. Kabupaten, termasuk Dusun Kesiman, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen. Kecelakaan itu terjadi saat kendaraan dengan nopol N 703 RU bermaksud pulang usai menghadiri acara pernikahan di Trawas, Mojokerto.
"Kabarnya memang habis menghadiri pernikahan," kata Joko, salah satu saksi di lokasi kejadian. Hanya saja, rombongan ini tidak melewati jalan rasa biasanya, Trawas-Prigen. Selain rute yang ditempuh lebih jauh, jalan yang dilewati juga berkelok. Termasuk, di simpang jurang Ampel, Desa Lumbangrejo, Prigen.
Karena itu, dengan harapan lebih cepat sampai rumah, rombongan pun memilih jalur alternatif Trawas-Pandaan. Namun, belum sampai rumah, mobil dengan 19 penumpang, termasuk sopir dan kenek itu mengalami nahas. Mobil tersebut terperosok ke dalam sungai sedalam tiga meter.
Peristiwa itu terjadi saat mobil yang dikemudian Suudi, 44, itu sampai di simpang Brubuh, Dusun Kesiman, Desa Sukorejo, Kecamatan Prigen. Saat itu, mobil sebenarnya melaju dengan kecepatan sedang. Namun, saat sampai di lokasi kejadian, tiba-tiba muncul kendaraan pikap dari arah berlawanan.
Suudi yang belum menguasai medan pun berusaha membanting kemudi ke sisi kiri jalan. Namun, reaksi spontan itu jusru berbuah petaka. Mobil itu akhirnya terperosok ke dalam sungai sedalam tiga meter. Beruntung. Seluruh penumpang berhasil selamat. Termasuk si sopir.
Meski begitu, sedikitnya 11 orang terpaksa dilarikan ke UGD Puskesmas Pandaan sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit Purut, Kota Pasuruan. Rata-rata, para korban mengalami luka robek akibat benturan.
Sementara itu, sejauh ini, belum diperoleh kepastian penyebab kecelakaan itu. Kanit Laka Polres Pasuruan Iptu Supriadi menyatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Namun, berdasar keterangan saksi, peristiwa itu terjadi saat mobil tersebut menghindari pikap yang melaju dari arah berlawanan.
"Masih kami selidiki. Cuma, keterasangan saksi di lapangan demikian," katanya. Dugaan itu bisa jadi ada benarnya. Apalagi, selain kondisi jalan yang sempit, pengemudi juga dinilai kurang menguasai medan lantaran warga luar kota. Sekitar pukul 17.00, mobil nahas tersebut akhirnya berhasil dievakuasi. (jawapos.com)