DETAIL BERITA
INGATKAN PENGGUNA PARKIR SEMBARANGAN DI JALAN
oleh : 2010-01-02 11:23:57 [ Redaksi ]

Kecelakaan tidak hanya terjadi saat kendaraan aktif. Saat parkir pun, bisa terjadi kecelakaan. Dan inilah yang sering terjadi di depan PT Sorini dan Feed. Karena itu, petugas Satlantas Polres Pasuruan menggelar operasi simpatik untuk mengantisipasi hal itu.
Selama operasi, beberapa petugas patroli langsung menegur sopir truk dan trailer yang ada di kawasan itu. Tepatnya di sisi Barat dan Timur jalan raya depan PT Sorini. Di tempat itu, truk dan trailer sering diparkir sembarangan.
"Kami sudah mengingatkan mereka. Kalau masih membandel, kami akan bicarakan hal ini dengan Bapak Kasatlantas untuk memberi surat teguran pada manajemen pabrik," tegas Kanit Patroli Satlantas Polres Pasuruan, Aiptu Sunardi, kemarin (1/1).
Namun, tidak mudah memberikan peringatan pada para sopir itu. Apalagi, mereka mengaku tidak mempunyai tempat parkir di dalam pabrik. Sehingga, parkir di bahu jalan menjadi alternatif yang belum ada solusinya.
Bahkan, beberapa sopir mengaku sudah membayar parkir pada karang taruna desa setempat. Diduga karena merasa sudah membayar, mereka akhirnya susah pindah. "Kami mau parkir ke mana lagi, Pak. Masak tidak boleh parkir di sini," kata Kusno, salah satu sopir truk gandeng.
Sunardi lantas menerangkan tentang aturan lalu lintas yang ada. Menurutnya, kendaraan tidak diperkenankan parkir di bahu jalan raya. Apalagi, jalan raya menuju PT Sorini, Ngerong kondisinya menyusur ke Utara.
Sehingga, saat lalu lintas padat kendaraan yang melintas sering menabrak kendaraan yang diparkir. "Coba Pak Sopir baca aturan ini. Siapa bilang parkir di sini boleh. Silakan kalau mau parkir di dalam pabrik. Ini sangat menganggu kelancaran arus lalu lintas," tegas Sunardi sambil membuka aturan berlalu lintas.
Tidak hanya di depan pabrik, Sunardi juga meminta parkir di bahu jalan juga ditindak. Ini juga kerap terjadi di sepanjang Jalan Raya Bangil. Tepatnya di depan rumah makan Sampoerna.
Saat sore, di depan rumah makan ini berderet truk dan kendaraan parkir. Para sopir mengaku ingin makan di warteg. Tapi, tidak memperhatikan keselamatan pengendara yang lain.(jawapos.com)
Selama operasi, beberapa petugas patroli langsung menegur sopir truk dan trailer yang ada di kawasan itu. Tepatnya di sisi Barat dan Timur jalan raya depan PT Sorini. Di tempat itu, truk dan trailer sering diparkir sembarangan.
"Kami sudah mengingatkan mereka. Kalau masih membandel, kami akan bicarakan hal ini dengan Bapak Kasatlantas untuk memberi surat teguran pada manajemen pabrik," tegas Kanit Patroli Satlantas Polres Pasuruan, Aiptu Sunardi, kemarin (1/1).
Namun, tidak mudah memberikan peringatan pada para sopir itu. Apalagi, mereka mengaku tidak mempunyai tempat parkir di dalam pabrik. Sehingga, parkir di bahu jalan menjadi alternatif yang belum ada solusinya.
Bahkan, beberapa sopir mengaku sudah membayar parkir pada karang taruna desa setempat. Diduga karena merasa sudah membayar, mereka akhirnya susah pindah. "Kami mau parkir ke mana lagi, Pak. Masak tidak boleh parkir di sini," kata Kusno, salah satu sopir truk gandeng.
Sunardi lantas menerangkan tentang aturan lalu lintas yang ada. Menurutnya, kendaraan tidak diperkenankan parkir di bahu jalan raya. Apalagi, jalan raya menuju PT Sorini, Ngerong kondisinya menyusur ke Utara.
Sehingga, saat lalu lintas padat kendaraan yang melintas sering menabrak kendaraan yang diparkir. "Coba Pak Sopir baca aturan ini. Siapa bilang parkir di sini boleh. Silakan kalau mau parkir di dalam pabrik. Ini sangat menganggu kelancaran arus lalu lintas," tegas Sunardi sambil membuka aturan berlalu lintas.
Tidak hanya di depan pabrik, Sunardi juga meminta parkir di bahu jalan juga ditindak. Ini juga kerap terjadi di sepanjang Jalan Raya Bangil. Tepatnya di depan rumah makan Sampoerna.
Saat sore, di depan rumah makan ini berderet truk dan kendaraan parkir. Para sopir mengaku ingin makan di warteg. Tapi, tidak memperhatikan keselamatan pengendara yang lain.(jawapos.com)