eXTReMe Tracker









DETAIL BERITA

SOPIR AVANZA ITU MASIH BURON
oleh : 2010-01-03 11:34:38 [ Redaksi ]

Pengejaran DS, sopir Avanza yang jadi tersangka tabrak lari yang menewaskan Idrus dan anak istrinya di Rejoso, Pasuruan belum membuahkan hasil. Selama delapan hari melakukan pengejaran polisi belum berhasil mengendus jejaknya.

Menurut sumber koran ini, pengejaran DS menemui kendala karena diduga ia kabur ke luar kota. Ia tidak lagi di Probolinggo, kota tempatnya berdomisili selama ini.

Selain melakukan pengejaran, polisi juga masih meminta keterangan-keterangan saksi. Yakni saksi yang melihat peristiwa kecelakaan yang terjadi di jalan raya Rejoso Jumat (25/12) tahun 2009 itu. "Sampai saat ini kami sudah memeriksa dua saksi. Kedua saksi tersebut adalah warga yang sempat melihat peristiwa kecelakaan," terang Kasatlantas AKP Indro Susetyo mendampingi Kapolres AKBP Achmad Yani.

Menurutnya pemeriksaan saksi trsebut juga untuk memperjelas bagaimana sebenarnya kejanggalan kecelakaan. Yaitu ketika tubuh Muzayana yang ditemukan di tol Waru KM 9,8. Di samping itu keterangan saksi juga dibutuhkan untuk mengetahui wajah dan identitas DS yang dicurigai sebagai pelaku tabrak lari.

Sebagaimana yang diketahui, peristiwa kecelakaan ini terjadi di jalan raya Rejoso tepatnya di jalan Desa Patuguran. Sebuah mobil Toyota Avanza bernopol L 1541 DQ, menabrak dua buah motor. Tabrakan itu terjadi saat sopir Avanza dari arah Timur menyalip truk persis di tikungan jalan.

Saat bersamaan dari arah Barat, ada dua buah motor. Yang pertama Yamaha Vega bernopol N 3738 VO dikendarai Idrus bersama anaknya Abdullah dan istrinya Muzayana. Yang kedua adalah Honda Karisma bernopol N 5418 TO yang dikendarai Jumais, warga Toyaning Rejoso.

Akibat tabrakan tersebut Idrus dan Abdullah, langsung meninggal di TKP. Sementara Jumais terluka parah dan harus dirujuk ke RSSA Malang karena kakinya patah. Yang menjadi janggal, di saat kecelakaan warga tidak menemukan Muzayana. Padahal di lokasi kejadian sendiri ditemukan sandal dan tas milik Muzayana.

Keluarga korban pun bingung. Sebab usai kecelakaan, mereka mengecek ke sejumlah rumah sakit untuk mencari keberadaan Muzayana. Pihak keluarga yakin dalam satu motor tersebut, Muzayana ikut serta. Dan dugan keluarga benar. Jenazah Muzayana akhirnya ditemukan. Namun, di tepi tol menuju Waru Sidoarjo. Tentu saja hal itu janggal, mengingat lokasi kecelakkaan ada di Rejoso Pasuruan.

Teka-teki kematian Muzayana sampai saat ini belum terjawab. Pasalnya ada dugaan Muzayana meninggal karena dibunuh. Hal itu diperkuat di sekitar lokasi penemuan Muzayana ditemukan benda macam besi dan bantal. Belum lagi luka seperti tusukan yang ada di tubuh Muzayana.

Beberapa warga di sekitar lokasi sempat menduga ditemukannya tubuh Muzayana dengan kondisi jauh dari lokasi, disebabkan karena terseret kendaraan lain. Warga menduga, saat kecelakaan, tubuh Muzayana terpental jauh dan tubuhnya terjatuh di atas kendaraan lain sampai ia ditemukan di tol.

Dari penyidikan kasus ini polisi juga sudah memastikan bahwa Muzayana tidak pernah sempat dirawat di suatu tempat medis. Sebab beberapa tempat medis yang dikunjungi polisi menyatakan, di malam kejadian tidak pernah ada tempat medis yang menerima Muzayana atau wanita korban yang ciri-cirinya persis dengan warga asal Desa Alastengah Besuk, Probolinggo itu.

Satu-satunya harapan dari penyelidikan kasus ini, adalah menangkap tersangka DS. Sopir Avanza yang diduga kuat paling tahu kronologis peristiwa ini. Keberadaan DS pun sudah dilacak polisi dan diduga ia berdomisili di Probolinggo. Sayangnya tim khusus bentukan polres Pasuruan yang sudah berkoordinasi dengan polisi resort lainnya, belum juga menemukan DS.

"Kami sudah mengecek keberadaan DS di rumahnya. Tapi dia tidak berada di sana. Meski demikian, kami juga sudah membuntuti di mana keberadaannya dan sampai sekarang kami masih melakukan pengejaran ke arah timur Jawa Timur," terang Kanit Laka Iptu Suprijadi yang dikonfirmasi terpisah.

Sayang Suprijadi enggan menyebut sudah sejauh mana pengejaran dilakukan. Yang jelas ia mengatakan, petugas di lapangan kini semakin gencar memburu. "Gambaran wajah korban juga sudah kami ketahui. Dan setiap harinya kami sudah berkoordinasi dengan jajaran polisi se-Polda Jatim untuk memburu sang sopir," katanya tanpa menyebut berapa lama batas deadline pengejaran itu.(jawapos.com)



» Arsip Berita