DETAIL BERITA
TRUK GANDENG PUTUS, TIGA TERLINDAS
oleh : 2010-01-22 00:57:59 [ Redaksi ]

Kecelakaan maut terjadi di Jl Raya Tambakrejo, Kraton Kabupaten Pasuruan siang kemarin (21/1). Sekitar pukul 13.30 WIB truk gandeng nopol S 8697 S yang melaju dari arah barat mendadak terputus pengait atau bopel leter A-nya. Gandengan truk itu kemudian nyelonong dan melindas tiga pria yang naik motor Honda Kharisma nopol N 4709 XD. Ketiganya tewas sekaligus.
Tiga pria malang itu adalah Rudi Haryadi, 35, sebagai pengemudi. Berikutnya Riyan, 11, yang dibonceng di tengah, dan Hartono, 70, kakek Riyan. Mereka adalah sekeluarga asal Jl Dr Wahidin Gg XII/105 RT 03 RW 05 Kelurahan Tamanan Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan. Riyan adalah cucu Hartono. Sedangkan Rudi terhitung masih sepupu Hartono.
Dari informasi keluarga korban saat ditemui di RSUD Bangil kemarin, Rudi, Riyan dan Hartono saat itu dalam perjalanan ke RSUD Bangil. Mereka hendak membesuk kerabatnya yang tengah dirawat di RSUD.
Tapi, sebelum sampai RSUD, justru mereka kehilangan nyawa setelah terlindas gandengan truk yang putus dan nyelonong. Sehabis melintasi pom bensin Karangketug, mereka dilindas gandengan truk yang dikemudikan Lasidi, 47, warga Krebet, Bululawang, Malang itu.
Truk yang dikemudikan Lasidi saat itu sebenarnya melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang. Namun, ketika as dari bopel letter A putus, gandengan langsung nyelonong tak terkendali ke lajur kanan.
Gandengan dengan empat roda dobel itu menggasak sepeda motor yang ditumpangi Rudi, Riyan dan Hartono. Motor itu melaju dari arah timur. Tiga orang itu kontan terlindas dan terseret sampai sekitar 10 meter hingga ke tepi jalan.
Gandengan truk itu baru berhenti setelah menabrak truk engkel yang parkir di sisi utara jalan. Truk warna kuning bernopol N 8752 Y ini sedang berada di tepian untuk mengangkut tong plastik. "Saya juga kaget. Tahu-tahu truk saya ditabrak," terang Sukariadi, 34, warga Candi, Lumajang, yang sopir truk engkel tersebut saat dimintai keterangan petugas.
Sementara, kondisi Rudi, Riyan dan Hartono sungguh mengenaskan. Rudi dan Hartono bergumul jadi satu terlindas ban dengan sepeda motor yang tak utuh lagi. Sedangkan si bocah Riyan posisinya terpisah sekitar dua meter persis di belakang ban gandengan sebelah kanan.
"Tadi, saya lihat gandengan ini copot dulu. Terus copotnya gandengan ini malah melaju ke kanan dan menabrak tiga orang dari satu pengendara motor ini," terang Kholili, saksi mata yang mengetahui persis kejadian kecelakaan tersebut.
Ini adalah kecelakan kesekian kalinya yang terjadi di ruas jalan Tambakrejo Kraton. Sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan di depan pom bensin yang melibatkan bus dengan mobil yang ditumpangi perwira Polda Jatim Kompol Sunarto dengan istrinya. Dalam kecelakaan itu sampai sekarang sopir bus yang kabur belum ditemukan.
Sementara itu, kecelakaan tragis yang terjadi siang kemarin sempat mengganggu arus lalu lintas. Warga Tambakrejo dan pengendara berusaha melihat dari dekat. Hal inilah yang membuat petugas lalu lintas dari polsek Kraton harus berusaha mengatur arus agar lebih lancar.
Proses evakuasi tubuh korban juga tidak mudah. Petugas harus meminta bantuan derek Cak Ji, Gempol, untuk mengangkat gandengan. Itu karena tubuh korban masih tergencet ban. Setelah gandengan bisa diangkat, barulah petugas RSUD Bangil dibantu petugas kepolisian berhasil mengangkat tubuh korban yang terjepit. "Awas..awas... minggir," teriak petugas untuk mengusir kerumunan massa.
Evakuasi itu sampai makan waktu sekitar setengah jam. Ketiga korban kemudian dilarikan ke kamar mayat RSUD Bangil untuk dilakukan otopsi. "Saya kenal korban ini. Ini adalah tetangga saya. Saya bantu untuk hubungi keluarganya," terang Agus, seorang pengendara yang mengenali jasad Rudi, kemarin.
Kapolres Pasuruan AKBP Achmad Yani juga memberi atensi langsung pada peristiwa ini. Sebelum korban dievakuasi, Kapolres meminta petugasnya untuk cepat melakukan evakuasi.
Hanya, Kapolres enggan memberikan pernyataan. Ia menyerahkan persoalan ini pada Kanit Laka Iptu Supriadi. "Kecelakaan ini bermula dari putusnya bopel letter A dari truk gandengan ini. Truk ini dari barat atau dari Tjiwi Kimia Mojokerto, tujuan PT Cheil Samsung," tegas Iptu Supriadi.
Nah, sebelum sampai ke Rejoso, truk bermuatan HCL itu terputus bopelnya. Dan kemudian mengarah ke pengendara motor yang dinaiki tiga orang. "Ketiga korban ini melaju dari arah timur. Tapi, pada saat berada di Jl Tambakrejo, tertabrak bopel letter A yang terputus itu," terang Iptu Supriadi. (jawapos.com)
Tiga pria malang itu adalah Rudi Haryadi, 35, sebagai pengemudi. Berikutnya Riyan, 11, yang dibonceng di tengah, dan Hartono, 70, kakek Riyan. Mereka adalah sekeluarga asal Jl Dr Wahidin Gg XII/105 RT 03 RW 05 Kelurahan Tamanan Kecamatan Bugul Kidul Kota Pasuruan. Riyan adalah cucu Hartono. Sedangkan Rudi terhitung masih sepupu Hartono.
Dari informasi keluarga korban saat ditemui di RSUD Bangil kemarin, Rudi, Riyan dan Hartono saat itu dalam perjalanan ke RSUD Bangil. Mereka hendak membesuk kerabatnya yang tengah dirawat di RSUD.
Tapi, sebelum sampai RSUD, justru mereka kehilangan nyawa setelah terlindas gandengan truk yang putus dan nyelonong. Sehabis melintasi pom bensin Karangketug, mereka dilindas gandengan truk yang dikemudikan Lasidi, 47, warga Krebet, Bululawang, Malang itu.
Truk yang dikemudikan Lasidi saat itu sebenarnya melaju dari arah barat dengan kecepatan sedang. Namun, ketika as dari bopel letter A putus, gandengan langsung nyelonong tak terkendali ke lajur kanan.
Gandengan dengan empat roda dobel itu menggasak sepeda motor yang ditumpangi Rudi, Riyan dan Hartono. Motor itu melaju dari arah timur. Tiga orang itu kontan terlindas dan terseret sampai sekitar 10 meter hingga ke tepi jalan.
Gandengan truk itu baru berhenti setelah menabrak truk engkel yang parkir di sisi utara jalan. Truk warna kuning bernopol N 8752 Y ini sedang berada di tepian untuk mengangkut tong plastik. "Saya juga kaget. Tahu-tahu truk saya ditabrak," terang Sukariadi, 34, warga Candi, Lumajang, yang sopir truk engkel tersebut saat dimintai keterangan petugas.
Sementara, kondisi Rudi, Riyan dan Hartono sungguh mengenaskan. Rudi dan Hartono bergumul jadi satu terlindas ban dengan sepeda motor yang tak utuh lagi. Sedangkan si bocah Riyan posisinya terpisah sekitar dua meter persis di belakang ban gandengan sebelah kanan.
"Tadi, saya lihat gandengan ini copot dulu. Terus copotnya gandengan ini malah melaju ke kanan dan menabrak tiga orang dari satu pengendara motor ini," terang Kholili, saksi mata yang mengetahui persis kejadian kecelakaan tersebut.
Ini adalah kecelakan kesekian kalinya yang terjadi di ruas jalan Tambakrejo Kraton. Sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan di depan pom bensin yang melibatkan bus dengan mobil yang ditumpangi perwira Polda Jatim Kompol Sunarto dengan istrinya. Dalam kecelakaan itu sampai sekarang sopir bus yang kabur belum ditemukan.
Sementara itu, kecelakaan tragis yang terjadi siang kemarin sempat mengganggu arus lalu lintas. Warga Tambakrejo dan pengendara berusaha melihat dari dekat. Hal inilah yang membuat petugas lalu lintas dari polsek Kraton harus berusaha mengatur arus agar lebih lancar.
Proses evakuasi tubuh korban juga tidak mudah. Petugas harus meminta bantuan derek Cak Ji, Gempol, untuk mengangkat gandengan. Itu karena tubuh korban masih tergencet ban. Setelah gandengan bisa diangkat, barulah petugas RSUD Bangil dibantu petugas kepolisian berhasil mengangkat tubuh korban yang terjepit. "Awas..awas... minggir," teriak petugas untuk mengusir kerumunan massa.
Evakuasi itu sampai makan waktu sekitar setengah jam. Ketiga korban kemudian dilarikan ke kamar mayat RSUD Bangil untuk dilakukan otopsi. "Saya kenal korban ini. Ini adalah tetangga saya. Saya bantu untuk hubungi keluarganya," terang Agus, seorang pengendara yang mengenali jasad Rudi, kemarin.
Kapolres Pasuruan AKBP Achmad Yani juga memberi atensi langsung pada peristiwa ini. Sebelum korban dievakuasi, Kapolres meminta petugasnya untuk cepat melakukan evakuasi.
Hanya, Kapolres enggan memberikan pernyataan. Ia menyerahkan persoalan ini pada Kanit Laka Iptu Supriadi. "Kecelakaan ini bermula dari putusnya bopel letter A dari truk gandengan ini. Truk ini dari barat atau dari Tjiwi Kimia Mojokerto, tujuan PT Cheil Samsung," tegas Iptu Supriadi.
Nah, sebelum sampai ke Rejoso, truk bermuatan HCL itu terputus bopelnya. Dan kemudian mengarah ke pengendara motor yang dinaiki tiga orang. "Ketiga korban ini melaju dari arah timur. Tapi, pada saat berada di Jl Tambakrejo, tertabrak bopel letter A yang terputus itu," terang Iptu Supriadi. (jawapos.com)