DETAIL BERITA
TRAILER TABRAK POHON DAN RUMAH
oleh : 2010-01-23 01:00:53 [ Redaksi ]

Belum dua pekan rumah Mustajab, 55, warga Jl Raya Latek RT 01 Bangil dibenahi akibat sapuan angin puting beliung. Pagi kemarin (22/1), rumah ini kembali tertimpa musibah.
Dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, pagar depan dan teras rumahnya ambruk tertimpa kayu Sono Keling. Pohon besar ini tumbang setelah diseruduk trailer yang dikemudikan Paino, 52, warga Puger, Jember.
Trailer bernopol P 8568 UK ini berjalan dari Barat. Diduga karena sopir mengantuk, trailer menghantam pohon besar yang berada di depan rumah Mustajab. Pohon kemudian menimpa rumah korban.
Sementara trailer pengangkut puluhan ton kayu cacah ini terguling. Kayu cacah pun tumpah ruah di jalan. Bagian depan trailer juga ringsek.
Sedangkan sopir Paino dan keneknya Karsi, 37 harus dilarikan ke UGD RSUD Bangil. Paino menderita patah kaki kiri, telapak kaki dan jempol tangan. Sedangkan, Karsi luka di jari tangan dan pinggul nyeri.
"Saya kaget sekali. Tiba-tiba rumah saya bergetar dari depan," terang Ny Mustajab saat menyaksikan kejadian tersebut. Menurut istri Mustajab ini, dirinya baru saja membenahi rumahnya yang terkena sapuan angin puting beliung.
Mulai genting, atap dan pagar rumah. Tapi belum genap seminggu, rumahnya harus diperbaiki kembali. Pagar dan bagian atap depan rumah rusak cukup parah oleh hantaman trailer.
Hingga pagi kemarin, proses evakuasi trailer baru dilakukan. Posisi trailer yang melintang membuat jalur dari Surabaya ke Pasuruan sedikit terganggu.
Baru sekitar pukul 07.00 WIB, trailer yang terguling ini berhasil dievakuasi. "Satu...dua...tiga," ujar warga memberi aba-aba ketika trailer dikembalikan ke posisi semula.
Kejadian ini sempat mengundang perhatian para pengendara jalan raya. Terutama para pegawai dan karyawan PIER dan Pemkab Pasuruan yang melintas dari arah Latek, Bangil. (jawapos.com)
Dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, pagar depan dan teras rumahnya ambruk tertimpa kayu Sono Keling. Pohon besar ini tumbang setelah diseruduk trailer yang dikemudikan Paino, 52, warga Puger, Jember.
Trailer bernopol P 8568 UK ini berjalan dari Barat. Diduga karena sopir mengantuk, trailer menghantam pohon besar yang berada di depan rumah Mustajab. Pohon kemudian menimpa rumah korban.
Sementara trailer pengangkut puluhan ton kayu cacah ini terguling. Kayu cacah pun tumpah ruah di jalan. Bagian depan trailer juga ringsek.
Sedangkan sopir Paino dan keneknya Karsi, 37 harus dilarikan ke UGD RSUD Bangil. Paino menderita patah kaki kiri, telapak kaki dan jempol tangan. Sedangkan, Karsi luka di jari tangan dan pinggul nyeri.
"Saya kaget sekali. Tiba-tiba rumah saya bergetar dari depan," terang Ny Mustajab saat menyaksikan kejadian tersebut. Menurut istri Mustajab ini, dirinya baru saja membenahi rumahnya yang terkena sapuan angin puting beliung.
Mulai genting, atap dan pagar rumah. Tapi belum genap seminggu, rumahnya harus diperbaiki kembali. Pagar dan bagian atap depan rumah rusak cukup parah oleh hantaman trailer.
Hingga pagi kemarin, proses evakuasi trailer baru dilakukan. Posisi trailer yang melintang membuat jalur dari Surabaya ke Pasuruan sedikit terganggu.
Baru sekitar pukul 07.00 WIB, trailer yang terguling ini berhasil dievakuasi. "Satu...dua...tiga," ujar warga memberi aba-aba ketika trailer dikembalikan ke posisi semula.
Kejadian ini sempat mengundang perhatian para pengendara jalan raya. Terutama para pegawai dan karyawan PIER dan Pemkab Pasuruan yang melintas dari arah Latek, Bangil. (jawapos.com)