DETAIL BERITA
HINDARI MOTOR, TRUK NYUNGSEP
oleh : 2010-01-25 01:02:52 [ Redaksi ]

Nasib apes menimpa Sarum, 50, warga Brebes Jawa Tengah. Lelaki yang berniat mengantarkan bawang ke Banyuwangi ini mengalami celaka saat melewati jalan raya Rejoso, Kabupaten Pasuruan siang kemarin (24/1).
Truk bernopol T 8287 TU yang dikemudikannya nyungsep ke pinggir jalan setelah menghindari tabarakan dengan sebuah motor.
Akibatnya Sarum terpaksa menghentikan perjalanannya. Beruntung saat truknya ngguling, tak ada yang terluka. Hanya saja Sarum mengaku khawatir karena bawang yang dikirimnya, sudah ditunggu pembeli. "Saya takut bawang ini busuk. Soalnya saya lihat as roda truk patah. Pasti butuh waktu lama untuk memperbaiki," kata Sarum
Dia sendiri tidak mengira, banting setir yang dilakukannya bakal membuat truknya nyungsep. "Saya itu sebenarnya hanya menghindari motor di depan saya. Daripada menabrak, saya banting setir ke kiri. Ehh, kok nggak tahunya truk justru ngguling," katanya.
Dari pantauan Radar Bromo truk warna warna merah yang dikemudikan Sarum tak mengalami kerusakan parah. Hanya bagian depannya saja yang ringsek. Termasuk bagian roda depan yang terlihat bengkok akibat as roda patah.
Siang itu sekitar pukul 13.00, Sarum bersama kernetnya melewati jalan raya Rejoso. Laju truknya dikatakan tak terlalu kencang menuju arah Timur (Probolinggo). Kira-kira 50 kilometer per jam. Sampai di jalan raya Sambirejo, ia berpapasan dengan sebuah sepeda motor.
"Saya lihat motor berusaha menyalip truk. Karena terlalu ke kanan, saya khawatir menabrak atau menyenggol. Karena itulah saya banting setir ke arah kiri," ujarnya. Begitu banting setir, tiba-tiba truk kehilangan kendali. Dan langsung terguling sampai membuat as roda patah.
Beruntung seisi muatan bawang yang dibawa Sarum tak berceceran keluar. Sebab muatannya ditutupi dengan terpal. Meski tak ada korban jiwa, kecelakaan sempat membuat macet lalu lintas karena pengguna jalan melambatkan laju kendaraannya hanya sekedar untuk melihat.
Petugas Satlantas Polres Pasuruan langsung datang ke lokasi. Di sana petugas berusaha membantu evakuasi truk. Namun karena hujan deras datang, evakuasi kendaraan sempat tertunda. Evakuasi sendiri baru dilakukan saat hujan mereda. (jawapos.com)
Truk bernopol T 8287 TU yang dikemudikannya nyungsep ke pinggir jalan setelah menghindari tabarakan dengan sebuah motor.
Akibatnya Sarum terpaksa menghentikan perjalanannya. Beruntung saat truknya ngguling, tak ada yang terluka. Hanya saja Sarum mengaku khawatir karena bawang yang dikirimnya, sudah ditunggu pembeli. "Saya takut bawang ini busuk. Soalnya saya lihat as roda truk patah. Pasti butuh waktu lama untuk memperbaiki," kata Sarum
Dia sendiri tidak mengira, banting setir yang dilakukannya bakal membuat truknya nyungsep. "Saya itu sebenarnya hanya menghindari motor di depan saya. Daripada menabrak, saya banting setir ke kiri. Ehh, kok nggak tahunya truk justru ngguling," katanya.
Dari pantauan Radar Bromo truk warna warna merah yang dikemudikan Sarum tak mengalami kerusakan parah. Hanya bagian depannya saja yang ringsek. Termasuk bagian roda depan yang terlihat bengkok akibat as roda patah.
Siang itu sekitar pukul 13.00, Sarum bersama kernetnya melewati jalan raya Rejoso. Laju truknya dikatakan tak terlalu kencang menuju arah Timur (Probolinggo). Kira-kira 50 kilometer per jam. Sampai di jalan raya Sambirejo, ia berpapasan dengan sebuah sepeda motor.
"Saya lihat motor berusaha menyalip truk. Karena terlalu ke kanan, saya khawatir menabrak atau menyenggol. Karena itulah saya banting setir ke arah kiri," ujarnya. Begitu banting setir, tiba-tiba truk kehilangan kendali. Dan langsung terguling sampai membuat as roda patah.
Beruntung seisi muatan bawang yang dibawa Sarum tak berceceran keluar. Sebab muatannya ditutupi dengan terpal. Meski tak ada korban jiwa, kecelakaan sempat membuat macet lalu lintas karena pengguna jalan melambatkan laju kendaraannya hanya sekedar untuk melihat.
Petugas Satlantas Polres Pasuruan langsung datang ke lokasi. Di sana petugas berusaha membantu evakuasi truk. Namun karena hujan deras datang, evakuasi kendaraan sempat tertunda. Evakuasi sendiri baru dilakukan saat hujan mereda. (jawapos.com)