eXTReMe Tracker









DETAIL BERITA

KECELAKAAN MAUT REJOSO TERUS DIUNGKAP
oleh : 2010-02-02 01:07:34 [ Redaksi ]

Setelah sekian lama jadi misteri, akhirnya peristiwa kecelakaan di Jl Raya Rejoso Desa Patuguran, Kabupaten Pasuruan 25 Desember 2009 menemukan titik terang.

Polisi memastikan tubuh Muzayana, salah satu dari tiga korban tewas dalam kecelakaan itu, hilang dari lokasi kejadian karena terlempar saat kecelakaan. Polisi memastikan hal itu setelah melakukan beberapa kali rekonstruksi di TKP kecelakaan.

Berdasar kesimpulan rekonstruksi, terlemparnya tubuh Muzayana disebabkan saat mobil Avanza yang dikemudikan Doni, menabrak motor Yamaha Vega yang ditumpangi Idrus, Muzayana, dan Abdullah Alkaff.

"Akibat benturan keras, tubuh Muzayana terlempar ke depan. Karena sangat keras, lemparan itu membuat tubuh Muzayana terpental jauh sampai diperkirakan tubuhnya mendarat di kendaraan lain. Kemungkinan tubuhnya terlempar ke bak mobil pikap. Selanjutnya tubuh Muzayyan terbawa, sampai akhirnya sopir pikap mengetahui dan meletakkan jenazah Muzayana di tol Waru," terang Kasatlantas AP Indro Susetyo melalui Kanitlaka Iptu Supriadi kemarin (1/1).

Sebagaimana diberitakan, akhir Desember tahun lalu sebuah kecelakaan maut terjadi di jalan raya Rejoso Pasuruan. Sebuah mobil Avanza dari arah Probolinggo menyantap sekaligus dua motor dari arah berlawan. Satu motor dikendarai oleh Idrus Alkaf bersama istrinya Muzayana, dan putra keduanya Abdullah Alkaf. Satu motor yang lain dikendarai oleh Jumais.

Dalam kecelakaan tersebut Idrus beserta anak istrinya tewas. Sementara Jumais mengalami luka berat. Anehnya tubuh korban Muzayana tidak ditemukan di lokasi. Jenazah perempuan asal Desa Alastengah Besuk Probolinggo itu ditemukan keesokan harinya di tol Waru Km 9,8.

Kecelakaan misterius itu akhirnya sedikit demi sedikit terkuak. Polisi mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi-saksi. Hasilnya, diduga jenazah koban terlempar saat kecelakaan lalu terbawa kendaraan lain.

Menurut Kanitlaka Supriadi terlemparnya tubuh Muzayana ke kendaraan lain bisa saja terjadi. Hal itu juga didasarkan pemeriksaan titik tumbuk (tabrakan) hasil rekonstruksi polisi.

"Hal itu bisa dilihat dari ringseknya shok breaker depan motor Yamaha Vega milik Idrus. Dari kondisinya, akibat tabrakan yang saling beradu depan, bisa dipastikan pengemudi yang berada di paling belakang, terlempar jauh," kata Kanitlaka.

Ketika terlempar tubuh Muzayana kebetulan mendarat di kendaraan yang berpapasan saat bertabrakan. Nah, kendaraan itulah yang disinyalir mobil pikap warna biru yang dicurigai sempat membuang tubuh Muzayana di tol Waru.

Kemungkinan sopir mobil pikap ketakutan saat mengetahui di bak mobilnya tiba-tiba ada mayat. Sehingga sang sopir pun memilih untuk menaruh tubuh Muzayana di tepian jalan. "Untuk kasus penemuan tubuh Muzayana di tol Waru itu masih didalami oleh Polres Surabaya Selatan," terang Kanitlaka.

Sementara itu, Doni sopir Avanza yang sempat melarikan diri saat kejadian lalu meyerahkan diri ke polisiawal Januari lalu, kini sedang menjalani proses hukum. Ia dijerat pasal 359 tentang kelalaian yang mengakibatkan orang lain meninggal.

"Dari hasil penyidikan, peristiwa itu murni kecelakaan. Kasus ini sendiri sudah kami serahkan ke kejaksaan dan Doni siap diadili di pengadilan," tutur Kanitlaka. (jawapos.com)



» Arsip Berita