DETAIL BERITA
TERTABRAK KA, STAF KELURAHAN TEWAS
oleh : 2010-03-09 00:47:42 [ Redaksi ]

Perlintasan Kereta Api (KA) tanpa palang pintu kembali memakan korban. Kali ini PNS Suzy Winarsih, 42, ditabrak KA. Warga Jl Durian 657 RT/RW 04/07 Kelurahan Kidul Dalem Kecamatan Bangil itu tewas seketika.
Peristiwa ini terjadi pada pukul 06.00 WIB di perlintasan dekat Batalyon Kavaleri (Yonkav) 8/Beji. Nurul Huda saksi mata menyebutkan, korban saat itu mengendarai motor Honda Beat Nopol N 6812 VS dari Barat. "Pada saat melintas ke Selatan, korban tidak memperhatikan kanan-kiri. Sehingga, saat KA lewat dari Barat, langsung nyeruduk motor yang dikendarai korban," tegas Nurul Huda saat di TKP.
KA yang dimaksud yaitu KA Penataran jurusan Surabaya-Malang. KA ini melintas cepat dari Barat. KA yang dimasinisi M Alim ini berangkat dari Surabaya tujuan Malang melalui stasiun Bangil.
Kecepatan KA dengan nomor log CC 20158 sangat terasa. Buktinya, saat KA menyenggol moncong depan motor Beat milik korban, motor terpelanting cukup jauh. Begitu pula korbannya. Usai kepalanya membentur bodi KA, juga sempat membentur besi pembatas rel dengan jalan raya.
Akibatnya, motor korban rusak parah di bagian depan. Korban sendiri langsung tewas di TKP. Saat dijumpai warga, korban masih memakai seragam dinas warna coklat. Korban sehari-harinya dinas sebagai staf di Kelurahan Kolursari, Bangil. "Memang setiap Senin pagi, ada apel di kecamatan. Mungkin korban terburu-buru atau bagaimana, sehingga tidak memperhatikan laju KA. Kami semua tentu turut berduka," terang salah satu kasi di kecamatan Bangil, kemarin.
Kapolres Pasuruan, AKBP Achmad Yani melalui Kapolsek Beji AKP Sayudi menyatakan, perlintasan ini memang tidak ada palang pintunya. Tapi, di TKP terdapat sirine tanda peringatan. Biasanya sirine ini akan berbunyi otomatis, jika KA akan melintas. "Namun, rupanya korban tidak menghiraukan tanda tersebut. Sehingga sampai tertabrak KA," terang Kapolsek.
Tabrakan ini menyebabkan jalur kawasan Beji sempat merambat. Para pengendara, terutama pekerja pabrik memarkir kendaraannya untuk melihat jasad korban dari dekat. "Lha iku mayite. Waduh, ketok sikile tok (Lha itu jenazahnya. Kelihatan kakinya saja, Red)," celetuk salah satu karyawan wanita.(jawapos.com)
Peristiwa ini terjadi pada pukul 06.00 WIB di perlintasan dekat Batalyon Kavaleri (Yonkav) 8/Beji. Nurul Huda saksi mata menyebutkan, korban saat itu mengendarai motor Honda Beat Nopol N 6812 VS dari Barat. "Pada saat melintas ke Selatan, korban tidak memperhatikan kanan-kiri. Sehingga, saat KA lewat dari Barat, langsung nyeruduk motor yang dikendarai korban," tegas Nurul Huda saat di TKP.
KA yang dimaksud yaitu KA Penataran jurusan Surabaya-Malang. KA ini melintas cepat dari Barat. KA yang dimasinisi M Alim ini berangkat dari Surabaya tujuan Malang melalui stasiun Bangil.
Kecepatan KA dengan nomor log CC 20158 sangat terasa. Buktinya, saat KA menyenggol moncong depan motor Beat milik korban, motor terpelanting cukup jauh. Begitu pula korbannya. Usai kepalanya membentur bodi KA, juga sempat membentur besi pembatas rel dengan jalan raya.
Akibatnya, motor korban rusak parah di bagian depan. Korban sendiri langsung tewas di TKP. Saat dijumpai warga, korban masih memakai seragam dinas warna coklat. Korban sehari-harinya dinas sebagai staf di Kelurahan Kolursari, Bangil. "Memang setiap Senin pagi, ada apel di kecamatan. Mungkin korban terburu-buru atau bagaimana, sehingga tidak memperhatikan laju KA. Kami semua tentu turut berduka," terang salah satu kasi di kecamatan Bangil, kemarin.
Kapolres Pasuruan, AKBP Achmad Yani melalui Kapolsek Beji AKP Sayudi menyatakan, perlintasan ini memang tidak ada palang pintunya. Tapi, di TKP terdapat sirine tanda peringatan. Biasanya sirine ini akan berbunyi otomatis, jika KA akan melintas. "Namun, rupanya korban tidak menghiraukan tanda tersebut. Sehingga sampai tertabrak KA," terang Kapolsek.
Tabrakan ini menyebabkan jalur kawasan Beji sempat merambat. Para pengendara, terutama pekerja pabrik memarkir kendaraannya untuk melihat jasad korban dari dekat. "Lha iku mayite. Waduh, ketok sikile tok (Lha itu jenazahnya. Kelihatan kakinya saja, Red)," celetuk salah satu karyawan wanita.(jawapos.com)