DETAIL BERITA
TABRAK PENGENDARA, SOPIR BUS DIMASSA
oleh : 2010-03-09 00:48:39 [ Redaksi ]

Kemarin malam (16/2) menjadi malam naas buat Samiyun Junaedi, 46. Sopir bus Restu asal Dusun Tanjungsari, RT 12, Desa Gununggangsir, Beji ini menjadi sasaran amuk warga. Massa memukul Junaedi, setelah bus yang disopirinya menabrak pengendara Shogun, Abdul Amin, 43.
Korban sendiri akhirnya meninggal saat akan dirawat di Puskesmas Pandaan. Korban kemudian dirujuk ke RS Pusdik Watukosek, Gempol. Sementara petugas mengamankan bus dan motor korban sebagai barang bukti. Sopir bus Restu, Junaedi juga diperiksa petugas Satlantas Polres Pasuruan.
Saksi mata di tempat kejadian menyebutkan, saat itu Abdul Amin yang mengendari motor bernopol N 3865 VD sedang melajukan motornya keluar pasar Kepulungan. Ia diduga tidak memperhatikan arus kendaraan lalu lintas. Termasuk Bus Restu yang sedang berjalan dari Utara.
Pas keluar pasar sekitar pukul 19.00 WIB itulah, musibah terjadi. Motor Shogun milik warga Legupit RT 04 RW 02, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol itu tertabrak moncong bus bernopol N 6338 EV. Amin pun terjatuh.
Kaki kanannya tertindih bodi motor yang sempat tertabrak ban depan bus. Korban Amin sempat mengerang kesakitan. Selain kaki kanan yang patah, dagunya robek. Sebagian wajahnya juga dipenuhi percikan darah.
Melihat kejadian tersebut, warga yang masih terjaga langsung berlarian ke TKP. Mereka mengalihkan perhatiannya pada sopir Junaedi. "Itu sopir busnya. Ayo kejar," ujar warga dengan nada spontan.
Melihat kejadian itu, Junaedi yang berusaha menghentikan laju busnya tidak bisa berbuat banyak. Ia berkali-kali minta warga untuk bersabar. Tapi, sulit melepaskan amarah warga. Bak, buk..bak buk! Warga memukuli bagian tubuh dan kepalanya.
Beberapa warga lainnya mencoba melerai. Beruntung petugas Poslantas Gempol juga cepat hadir di lokasi. Sehingga, sopir itu bisa diamankan, meski sempat terkena beberapa kali bogeman mentah.
Warga dan petugas kemudian membawa korban ke Puskesmas Pandaan untuk dirawat intensif. Namun, belum sampai dirawat korban mengembuskan napasnya yang terakhir. Korban pun dirujuk ke RS Pusdik Watukosek, Gempol. "Korban tidak bisa diselamatkan," terang Supriyadi, salah satu petugas Poslantas. (jawapos.com)
Korban sendiri akhirnya meninggal saat akan dirawat di Puskesmas Pandaan. Korban kemudian dirujuk ke RS Pusdik Watukosek, Gempol. Sementara petugas mengamankan bus dan motor korban sebagai barang bukti. Sopir bus Restu, Junaedi juga diperiksa petugas Satlantas Polres Pasuruan.
Saksi mata di tempat kejadian menyebutkan, saat itu Abdul Amin yang mengendari motor bernopol N 3865 VD sedang melajukan motornya keluar pasar Kepulungan. Ia diduga tidak memperhatikan arus kendaraan lalu lintas. Termasuk Bus Restu yang sedang berjalan dari Utara.
Pas keluar pasar sekitar pukul 19.00 WIB itulah, musibah terjadi. Motor Shogun milik warga Legupit RT 04 RW 02, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol itu tertabrak moncong bus bernopol N 6338 EV. Amin pun terjatuh.
Kaki kanannya tertindih bodi motor yang sempat tertabrak ban depan bus. Korban Amin sempat mengerang kesakitan. Selain kaki kanan yang patah, dagunya robek. Sebagian wajahnya juga dipenuhi percikan darah.
Melihat kejadian tersebut, warga yang masih terjaga langsung berlarian ke TKP. Mereka mengalihkan perhatiannya pada sopir Junaedi. "Itu sopir busnya. Ayo kejar," ujar warga dengan nada spontan.
Melihat kejadian itu, Junaedi yang berusaha menghentikan laju busnya tidak bisa berbuat banyak. Ia berkali-kali minta warga untuk bersabar. Tapi, sulit melepaskan amarah warga. Bak, buk..bak buk! Warga memukuli bagian tubuh dan kepalanya.
Beberapa warga lainnya mencoba melerai. Beruntung petugas Poslantas Gempol juga cepat hadir di lokasi. Sehingga, sopir itu bisa diamankan, meski sempat terkena beberapa kali bogeman mentah.
Warga dan petugas kemudian membawa korban ke Puskesmas Pandaan untuk dirawat intensif. Namun, belum sampai dirawat korban mengembuskan napasnya yang terakhir. Korban pun dirujuk ke RS Pusdik Watukosek, Gempol. "Korban tidak bisa diselamatkan," terang Supriyadi, salah satu petugas Poslantas. (jawapos.com)