DETAIL BERITA
KORBAN KECELAKAAN KONTAINER DI PRIGEN JADI 10 ORANG
oleh : 2010-03-09 00:51:02 [ Redaksi ]

Tabrakan beruntun yang terjadi di Jl Raya Pandaan Prigen, tepatnya di Dusun Mbarsari, Gambiran, Prigen Pasuruan pada Sabtu (20/2) malam lalu sungguh memilukan. Korban tewas akibat kecelakaan itu jadi sepuluh orang. Tiga luka berat, dan satu luka ringan.
Korban tewas terakhir dari kecelakaan itu adalah Ali Fauzi, 49. Dia adalah
warga Dusun Jogonalan Desa Bogosari Pandaan. Sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek.
Dengan motornya, Supra Fit bernopol N 4763 VG, Sabtu malam itu Ali Fauzi mengantarkan penumpang langganannya. Yakni Lanawati, 38, dan putrinya, Silvia Lana Suryanti, 8. Ibu dan anak itu asal Desa Randuagung Singosari.
Nahas, tiga orang itu kena sasak truk container yang nyeludur malam itu. Lanawati dan putrinya tewas. Ali Fauzi malam itu sempat dirujuk ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Tapi, dalam perjalanan dia mengembuskan napas terakhir.
Meninggalnya Ali Fauzi sekaligus menggenapkan korban tewas kecelakaan tersebut menjadi sepuluh orang. Sembilan korban tewas lainnya, empat di antaranya adalah mereka yang berada di mobil Avanza. Yakni Haris (sopir), 45, Suratno SW, 11, Tiur Baunera, 48, Endah Fransisca, 19. Berikutnya Lanawati, 38, dan putrinya, Silvia Lana Suryanti, 8.
Tiga korban tewas berikutnya ialah Eko Sumariyono, 34, sopir mobil pikap. Dan sepasang muda mudi asal Pacet, Mojokerto yang mengendarai motor, yakni Fajar Antoko, 22, dan Sulis 22.
Selain itu, ada tiga orang yang mengalami luka berat. Yakni Nina Desianti, 24, penumpang Avanza; Roifa, 30, penumpang pikap; dan Saimun, 37, sopir truk kontainer. Satu lagi korban yang mengalami luka ringan adalah Robert Boang, penumpang Avanza.
Diberitakan Radar Bromo kemarin, Sabtu (20/2) sekitar pukul 17.30, terjadi kecelakaan beruntun di Jl Raya Pandaan-Prigen, tepatnya di Dusun Mbarsari, Gambiran, Prigen. Truk kontainer nopol L 9806 OD dari PT Erindo Mandiri pengangkut air mineral, mendadak oleng. Diduga karena rem blong dan kondisi jalan yang menurun, Saimun si sopir, tak kuasa mengendalikan truknya.
Tak ayal, truk itu menggasak kendaraan dari arah berlawanan (Pandaan). Yakni mobil pikap yang disopiri Eko Sumariyono. Dalam mobil pikap nopol N 8413 IC ini juga ada Roifa, warga Lumbungrejo, Prigen. Informasinya, mobil pikap ini dalam perjalanan pulang dari kulakan lombok.
Setelah menghajar mobil pikap, truk kontainer menghantam mobil Avanza bernopol L 1535 GW yang disopiri Haris. Selain Haris, dalam mobil itu ada lima orang lainnya. Penumpang mobil ini disebutkan dalam perjalanan dari sebuah acara perusahaan yang diselenggarakan di sebuah vila.
Hantaman truk pada mobil Avanza itu berakibat fatal. Dari enam orang dalam mobil itu empat di antaranya tewas. Hanya dua yang selamat, satu luka berat dan satu lagi luka ringan. Yang luka berat adalah Nina Desianti, warga Griya Kebraon Surabaya.
"Korban tewas berjatuhan. Pasalnya hantaman truk begitu keras dan membuat kendaraan yang dihadapannya terlempar. Bahkan Avanza sampai terlempar ke atas bukit," terang Wakapolres Pasuruan Kompol M. Ghufron yang ditemui kemarin saat olah TKP.
Tapi, setelah menghantam Avanza, truk kontainer belum berhenti. Kendaraan berat itu menabrak lagi dua sepeda motor. Sepeda motor pertama ditumpangi Ali Fauzi, tukang ojek, dan dua penumpangnya. Yakni Lanawati dan putrinya, Silvia. Tiga orang tersebut akhirnya tewas.
Sepeda motor berikutnya yang jadi korban ditumpangi sepasang muda-mudi Fajar Antoko, 22, dan Sulis, 22. Keduanya warga Pacet, Mojokerto yang mengendarai motor Suzuki Shogun bernopol W 6129 RU. Mereka disebutkan hendak pergi ke Tretes.
Fajar dan Sulis sekaligus menjadi korban yang paling terakhir dievakuasi. Pasalnya kedua tubuh mereka tergencet truk. Jadi butuh waktu lama untuk mengevakuasinya. Dari kecelakaan yang terjadi pukul 17.30, keduanya baru bisa dievakuasi sekitar pukul 23.00.
Para korban kecelakaan tersebut malam itu dilarikan ke RSUD Bangil. Termasuk si sopir truk kontainer, Saimun, 37. Ia sampai kemarin masih dalam perawatan di RSUD.
Apakah dia akan jadi tersangka dalam peristiwa ini?
Kapolwil Malang Kombes Rusli Nasution yang kemarin datang langsung ke lokasi kecelakaan tersebut menyatakan masih harus menunggu Saimun sadar. "sampai saat ini yang bersangkutan belum sadar. Jadi kami belum bisa menanyakan dan belum bisa memeriksa dia," kata Kapolwil.
Kapolwil kemarin datang untuk melihat langsung olah TKP yang dilakukan jajarannya. Saat ditanya penyebab pasti kejadian itu, Kapolwil menyatakan masih belum bisa memastikan. Itu masih dalam pendalaman.
Tapi, dari data penyelidikan sementara, Kapolwil menyebut dugaan kecelakaan terjadi karena rem truk kontainer blong. "Dari keterangan saksi yang ada banyak yang melihat truk sudah oleng ketika meluncur ke bawah (arah Pandaan). Namun, untuk memastikannya, kami akan mendatangkan tim labfor," ujarnya.
Kecelakaan serupa tidak sekali ini terjadi. Pada 2003 lalu juga pernah ada truk yang remnya blong, lalu meluncur tak terkendali hingga melabrak rumah. Akibat kejadian itu empat orang meninggal dunia.
Apakah ini pertanda kondisi jalan tak layak? "Kalau ditanya layak atau tidak, jalan raya ini sudah layak. Tapi karena kondisi kendaraan saja yang tidak layak sehingga membuat kecelakaan terjadi," kata Kapolwil.
Tapi, Kapolwil menyatakan pihak kepolisian juga akan melakukan survei kelayakan jalan raya Pandaan-Prigen. Apabila kondisi jalan sudah tidak layak lagi dilalui kendaraan berat seperti truk kontainer, maka kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim. "Hasil survei akan diserahkan ke pemerintahan. Mulai dari pemerintah provinsi sampai pemerintah daerah," katanya.
Sekitar pukul 11.00 kemarin, tim Labfor cabang Surabaya turun ke lokasi. Di lokasi, semua jalan dan kendaraan yang terlibat tabrakan dicek. Sayangnya petugas labfor belum bisa memberikan keterangan tentang penyebab pasti kecelakaan. "Ini masih dalam lidik dahulu," kata salah seorang petugas labfor.
Yang bisa dipastikan sejauh ini hanya bahwa kecelakaan terjadi setelah truk kontainer kehilangan kendali. "Tapi karena apa truk tersebut kehilangan kendali, kami belum bisa mengetahuinya. Nanti kalau labfor sudah merilis hasilnya, baru kami bisa tahu penyebab pastinya," kata Wakapolres Kompol M. Gufron. (jawapos.com)
Korban tewas terakhir dari kecelakaan itu adalah Ali Fauzi, 49. Dia adalah
warga Dusun Jogonalan Desa Bogosari Pandaan. Sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek.
Dengan motornya, Supra Fit bernopol N 4763 VG, Sabtu malam itu Ali Fauzi mengantarkan penumpang langganannya. Yakni Lanawati, 38, dan putrinya, Silvia Lana Suryanti, 8. Ibu dan anak itu asal Desa Randuagung Singosari.
Nahas, tiga orang itu kena sasak truk container yang nyeludur malam itu. Lanawati dan putrinya tewas. Ali Fauzi malam itu sempat dirujuk ke RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Tapi, dalam perjalanan dia mengembuskan napas terakhir.
Meninggalnya Ali Fauzi sekaligus menggenapkan korban tewas kecelakaan tersebut menjadi sepuluh orang. Sembilan korban tewas lainnya, empat di antaranya adalah mereka yang berada di mobil Avanza. Yakni Haris (sopir), 45, Suratno SW, 11, Tiur Baunera, 48, Endah Fransisca, 19. Berikutnya Lanawati, 38, dan putrinya, Silvia Lana Suryanti, 8.
Tiga korban tewas berikutnya ialah Eko Sumariyono, 34, sopir mobil pikap. Dan sepasang muda mudi asal Pacet, Mojokerto yang mengendarai motor, yakni Fajar Antoko, 22, dan Sulis 22.
Selain itu, ada tiga orang yang mengalami luka berat. Yakni Nina Desianti, 24, penumpang Avanza; Roifa, 30, penumpang pikap; dan Saimun, 37, sopir truk kontainer. Satu lagi korban yang mengalami luka ringan adalah Robert Boang, penumpang Avanza.
Diberitakan Radar Bromo kemarin, Sabtu (20/2) sekitar pukul 17.30, terjadi kecelakaan beruntun di Jl Raya Pandaan-Prigen, tepatnya di Dusun Mbarsari, Gambiran, Prigen. Truk kontainer nopol L 9806 OD dari PT Erindo Mandiri pengangkut air mineral, mendadak oleng. Diduga karena rem blong dan kondisi jalan yang menurun, Saimun si sopir, tak kuasa mengendalikan truknya.
Tak ayal, truk itu menggasak kendaraan dari arah berlawanan (Pandaan). Yakni mobil pikap yang disopiri Eko Sumariyono. Dalam mobil pikap nopol N 8413 IC ini juga ada Roifa, warga Lumbungrejo, Prigen. Informasinya, mobil pikap ini dalam perjalanan pulang dari kulakan lombok.
Setelah menghajar mobil pikap, truk kontainer menghantam mobil Avanza bernopol L 1535 GW yang disopiri Haris. Selain Haris, dalam mobil itu ada lima orang lainnya. Penumpang mobil ini disebutkan dalam perjalanan dari sebuah acara perusahaan yang diselenggarakan di sebuah vila.
Hantaman truk pada mobil Avanza itu berakibat fatal. Dari enam orang dalam mobil itu empat di antaranya tewas. Hanya dua yang selamat, satu luka berat dan satu lagi luka ringan. Yang luka berat adalah Nina Desianti, warga Griya Kebraon Surabaya.
"Korban tewas berjatuhan. Pasalnya hantaman truk begitu keras dan membuat kendaraan yang dihadapannya terlempar. Bahkan Avanza sampai terlempar ke atas bukit," terang Wakapolres Pasuruan Kompol M. Ghufron yang ditemui kemarin saat olah TKP.
Tapi, setelah menghantam Avanza, truk kontainer belum berhenti. Kendaraan berat itu menabrak lagi dua sepeda motor. Sepeda motor pertama ditumpangi Ali Fauzi, tukang ojek, dan dua penumpangnya. Yakni Lanawati dan putrinya, Silvia. Tiga orang tersebut akhirnya tewas.
Sepeda motor berikutnya yang jadi korban ditumpangi sepasang muda-mudi Fajar Antoko, 22, dan Sulis, 22. Keduanya warga Pacet, Mojokerto yang mengendarai motor Suzuki Shogun bernopol W 6129 RU. Mereka disebutkan hendak pergi ke Tretes.
Fajar dan Sulis sekaligus menjadi korban yang paling terakhir dievakuasi. Pasalnya kedua tubuh mereka tergencet truk. Jadi butuh waktu lama untuk mengevakuasinya. Dari kecelakaan yang terjadi pukul 17.30, keduanya baru bisa dievakuasi sekitar pukul 23.00.
Para korban kecelakaan tersebut malam itu dilarikan ke RSUD Bangil. Termasuk si sopir truk kontainer, Saimun, 37. Ia sampai kemarin masih dalam perawatan di RSUD.
Apakah dia akan jadi tersangka dalam peristiwa ini?
Kapolwil Malang Kombes Rusli Nasution yang kemarin datang langsung ke lokasi kecelakaan tersebut menyatakan masih harus menunggu Saimun sadar. "sampai saat ini yang bersangkutan belum sadar. Jadi kami belum bisa menanyakan dan belum bisa memeriksa dia," kata Kapolwil.
Kapolwil kemarin datang untuk melihat langsung olah TKP yang dilakukan jajarannya. Saat ditanya penyebab pasti kejadian itu, Kapolwil menyatakan masih belum bisa memastikan. Itu masih dalam pendalaman.
Tapi, dari data penyelidikan sementara, Kapolwil menyebut dugaan kecelakaan terjadi karena rem truk kontainer blong. "Dari keterangan saksi yang ada banyak yang melihat truk sudah oleng ketika meluncur ke bawah (arah Pandaan). Namun, untuk memastikannya, kami akan mendatangkan tim labfor," ujarnya.
Kecelakaan serupa tidak sekali ini terjadi. Pada 2003 lalu juga pernah ada truk yang remnya blong, lalu meluncur tak terkendali hingga melabrak rumah. Akibat kejadian itu empat orang meninggal dunia.
Apakah ini pertanda kondisi jalan tak layak? "Kalau ditanya layak atau tidak, jalan raya ini sudah layak. Tapi karena kondisi kendaraan saja yang tidak layak sehingga membuat kecelakaan terjadi," kata Kapolwil.
Tapi, Kapolwil menyatakan pihak kepolisian juga akan melakukan survei kelayakan jalan raya Pandaan-Prigen. Apabila kondisi jalan sudah tidak layak lagi dilalui kendaraan berat seperti truk kontainer, maka kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim. "Hasil survei akan diserahkan ke pemerintahan. Mulai dari pemerintah provinsi sampai pemerintah daerah," katanya.
Sekitar pukul 11.00 kemarin, tim Labfor cabang Surabaya turun ke lokasi. Di lokasi, semua jalan dan kendaraan yang terlibat tabrakan dicek. Sayangnya petugas labfor belum bisa memberikan keterangan tentang penyebab pasti kecelakaan. "Ini masih dalam lidik dahulu," kata salah seorang petugas labfor.
Yang bisa dipastikan sejauh ini hanya bahwa kecelakaan terjadi setelah truk kontainer kehilangan kendali. "Tapi karena apa truk tersebut kehilangan kendali, kami belum bisa mengetahuinya. Nanti kalau labfor sudah merilis hasilnya, baru kami bisa tahu penyebab pastinya," kata Wakapolres Kompol M. Gufron. (jawapos.com)