eXTReMe Tracker









DETAIL BERITA

NYALIP TRUK, TERPENTAL DAN DI SIKAT SERENA
oleh : 2010-03-09 00:53:19 [ Redaksi ]

Jalan raya Tempel Desa Legok, Kecamatan Gempol, pagi kemarin sempat agak macet. Penyebabnya, sebuah kecelakaan terjadi di depan sebuah bengkel. Kristiana Sri Wahyuni, 44, warga Cangkringmalang RT 03 Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut.

Kristiana saat itu dibonceng suaminya, Anwar, 47 dari arah timur. Dengan mengendarai motor Suzuki Shogun Nopol N 2284 VB, Anwar bermaksud menyalip truk yang ada di depannya. Truk yang belum diketahui nopolnya ini sebenarnya berjalan pelan. Karena di depan truk ini ada pengemudi becak.

Nah, Anwar bermaksud menyalip truk dan becak tersebut. Tapi, belum sampai menyalip bodi truk, setir sebelah kiri Shogun membentur bodi truk. Motor pun oleng ke kiri. Naasnya, pada saat bersamaan, muncul Nissan Serena warna silver bernopol W 1509 PB yang dikemudikan Sulistiyo, 45, warga perumahan Sidokare, Sidoarjo.

Posisi Anwar masih sedikit aman, karena berpengangan pada setir sepeda. Namun, sang istri, Kristina yang dibonceng malah terpelanting ke tengah. Akibatnya, meski sudah memakai helm, kepala Kristina sempat tergencet ban kanan Serena. Pipi sebelah kanan juka mengalami luka tabrak. Bagian dahi mengalami pendarahan. Serta pada bagian telinga, hidung dan mulut mengeluarkan darah. Akhirnya, korban Kristiana tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

"Motor tadi mau meyalip truk ini. Tapi, kayaknya nggak ngatasi. Karena muncul mobil Serena dari arah barat," terang Yono, salah satu saksi mata di tempat kejadian.

Sang sopir Serena, Sulistiyo, mengaku sudah berusaha menghindari korban sepeda motor. Saat motor itu mengenai truk dan terbanting ke utara, pihaknya sudah berusaha banting stir ke kiri. "Saya nggak tahu, tiba-tiba setelah stirnya kena truk, langsung mengarah ke kanan," terang Sulistyo.

Sulistyo menyatakan dirinya saat itu bersama dua rombongan mobil. Tujuannya ingin silaturrahim ke rumah Munasib, salah satu warga di Gondang Wetan. Menurut Sulistyo, Munasib pernah menjadi imam masjid di kawasan Perumahan Sidokare. "Sehingga, untuk menghormat beliau yang ingin menetap di sana, kami datang rame-rame. Tapi, nggak tahunya kena musibah seperti ini," tegasnya.

Petugas lalu lintas Polsek Gempol terpaksa menahan mobilnya untuk dijadikan barang bukti. Pihak petugas juga masih mencari truk yang juga menjadi penyebab kecelakaan. Hanya, saksi mata di tempat kejadian tidak ada yang mengetahui nopol truk tersebut. (jawapos.com)



» Arsip Berita