DETAIL BERITA
DUA KECELAKAAN DI PASURUAN, DUA TEWAS
oleh : 2010-04-24 07:57:16 [ Redaksi ]
Dua kecelakaan terjadi di Desa Cangkring Malang, Beji, pada Kamis (22/4) dan Jumat (23/4) di Gempol. Kecelakaan pertama terjadi Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB yang melibatkan tiga motor. Kecelakaan kedua terjadi Jumat pukul 11.00 yang menewaskan dua korban.
Kecelakaan pada Jumat terjadi di Gempol. Tepatnya di Jalan Raya Tanjung, dekat pertigaan Gempol. Korban tewas adalah Halimah, 18, warga Klakah, Kabupaten Lumajang. Dia tewas di tempat kejadian, setelah kepalanya terlindas truk gandeng yang tidak diketahui nopolnya.
Saksi mata di tempat kejadian menyebutkan, saat itu korban disuruh majikannya membeli plastik di warung seberang jalan. Diperkirakan, wanita muda yang sehari-hari menjadi pegawai toko di Gempol itu ingin pekerjaannya cepat selesai.
Karena itu, dia menggunakan motor untuk membeli plastik. Padahal, jarak antara toko plastik dengan toko tempatnya bertugas tidak terlalu jauh. Hanya dipisahkan dengan median jalan.
Saat itu korban menggunakan motor Supra X bernopol N 930 VX. Ia berangkat dari Utara dan belok ke Barat. Tapi, dari arah yang sama muncul truk gandeng. Moncong truk gandeng itu lantas mengenai bodi motor korban.
Akibatnya, motor korban jatuh ke kanan. Sementara tubuh korban jatuh ke kiri. Truk gandeng yang tinggi tak kuasa menahan laju untuk mengerem mendadak. Dan Bruak! Kepala korban terlindas ban depan kanan truk tersebut. "Suasana saat itu sepi. Banyak orang yang mau Jumatan. Jadi, nggak ada yang lihat sama sekali ciri-ciri truknya," terang Arifin, salah satu saksi.
Sayangnya, sopir truk tidak mau bertanggung jawab. Ia malah melarikan kendaraanya ke Selatan. Sementara warga yang mengetahui kejadian itu hanya fokus untuk mengevakuasi tubuh korban. "Aduh, kasihan gadis ini," kata warga saat mengevakuasi jasadnya bersama petugas.
Korban langsung dilarikan ke RS Watukosek, Gempol untuk otopsi luar. Sedangkan penjaga toko lainnya menghubungi majikan mereka agar segera menghubungi keluarga korban.
Saat ini, petugas lalu lintas Gempol berusaha mencari jejak truk gandeng tersebut. "Kami akan mengumpulkan informasi dari masyarakat. Termasuk koordinasi dengan petugas lain bila mengetahui ciri-ciri truk yang dimaksud," imbuh salah satu petugas Poslantas Gempol.
Selain itu, kecelakaan juga terjadi di Desa Cangkring Malang, Beji. Kecelakaan pada Kamis malam (22/4) sekitar pukul 23.00 WIB itu melibatkan tiga mobil.
Yakni, Ford Ranger Nopol L 8937 J dikendarai Jermiyah, 40, warga Pondok Wage Indah, Sidoarjo. Selanjutnya, Xenia nopol L 1968 PE dikendarai Suharto, 45, warga Jl Haryono, Malang. Dan truk bernopol W 8289 XA dikendarai Samito, 36, warga Mojosari, Mojokerto.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakan itu, tapi beberapa penumpang di mobil terluka parah dan dilarikan ke RSI Masyitoh, Bangil. Yakni, Soebianto, 50, warga Tebet Barat, Jakarta Selatan. Wajahnya robek dan paha kanannya patah. Selanjutnya Hamzah mengalami robek pada dagu. Keduanya adalah menumpang mobil xenia.
Dari data yang dihimpun Radar Bromo, Ford Ranger melaju kencang dari Timur. Sampai di tempat kecelakaan, mobil yang dikendarai Jermiyah itu diduga terlalu ke kanan dan mengalami selep. Mobil itu pun menabrak Xenia yang datang dari arah berlawanan.
Apes bagi penumpang Xenia. Begitu bertabrakan dengan Ford Ranger, Xenia kembali kena tabrak truk di belakangnya. Akibat kecelakaan itu, Xenia mengalami kerusakan paling parah.
Syafi'i, warga sekitar mengatakan, saat kecelakaan terjadi, kondisi jalan basah akibat hujan deras yang mengguyur. "Semalam memang hujan deras. Tadi pagi, saya lihat polisi yang mengevakuasi kendaraan belum ada yang bersepatu, karena genangan air di jalan cukup tinggi," kata Syafi'i.
Menurut Syafi'i, di tempat itu memang sering terjadi kecelakaan. Rata-rata katanya, melibatkan mobil mewah. Warga bahkan menilai, di tempat terjadinya kecelakaan ada mahluk halus. "Dulu, sopir Kijang yang pernah kecelakaan di tempat itu mengatakannya pada saya," pungkas Syafi'i. (jawapos.com)
Kecelakaan pada Jumat terjadi di Gempol. Tepatnya di Jalan Raya Tanjung, dekat pertigaan Gempol. Korban tewas adalah Halimah, 18, warga Klakah, Kabupaten Lumajang. Dia tewas di tempat kejadian, setelah kepalanya terlindas truk gandeng yang tidak diketahui nopolnya.
Saksi mata di tempat kejadian menyebutkan, saat itu korban disuruh majikannya membeli plastik di warung seberang jalan. Diperkirakan, wanita muda yang sehari-hari menjadi pegawai toko di Gempol itu ingin pekerjaannya cepat selesai.
Karena itu, dia menggunakan motor untuk membeli plastik. Padahal, jarak antara toko plastik dengan toko tempatnya bertugas tidak terlalu jauh. Hanya dipisahkan dengan median jalan.
Saat itu korban menggunakan motor Supra X bernopol N 930 VX. Ia berangkat dari Utara dan belok ke Barat. Tapi, dari arah yang sama muncul truk gandeng. Moncong truk gandeng itu lantas mengenai bodi motor korban.
Akibatnya, motor korban jatuh ke kanan. Sementara tubuh korban jatuh ke kiri. Truk gandeng yang tinggi tak kuasa menahan laju untuk mengerem mendadak. Dan Bruak! Kepala korban terlindas ban depan kanan truk tersebut. "Suasana saat itu sepi. Banyak orang yang mau Jumatan. Jadi, nggak ada yang lihat sama sekali ciri-ciri truknya," terang Arifin, salah satu saksi.
Sayangnya, sopir truk tidak mau bertanggung jawab. Ia malah melarikan kendaraanya ke Selatan. Sementara warga yang mengetahui kejadian itu hanya fokus untuk mengevakuasi tubuh korban. "Aduh, kasihan gadis ini," kata warga saat mengevakuasi jasadnya bersama petugas.
Korban langsung dilarikan ke RS Watukosek, Gempol untuk otopsi luar. Sedangkan penjaga toko lainnya menghubungi majikan mereka agar segera menghubungi keluarga korban.
Saat ini, petugas lalu lintas Gempol berusaha mencari jejak truk gandeng tersebut. "Kami akan mengumpulkan informasi dari masyarakat. Termasuk koordinasi dengan petugas lain bila mengetahui ciri-ciri truk yang dimaksud," imbuh salah satu petugas Poslantas Gempol.
Selain itu, kecelakaan juga terjadi di Desa Cangkring Malang, Beji. Kecelakaan pada Kamis malam (22/4) sekitar pukul 23.00 WIB itu melibatkan tiga mobil.
Yakni, Ford Ranger Nopol L 8937 J dikendarai Jermiyah, 40, warga Pondok Wage Indah, Sidoarjo. Selanjutnya, Xenia nopol L 1968 PE dikendarai Suharto, 45, warga Jl Haryono, Malang. Dan truk bernopol W 8289 XA dikendarai Samito, 36, warga Mojosari, Mojokerto.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakan itu, tapi beberapa penumpang di mobil terluka parah dan dilarikan ke RSI Masyitoh, Bangil. Yakni, Soebianto, 50, warga Tebet Barat, Jakarta Selatan. Wajahnya robek dan paha kanannya patah. Selanjutnya Hamzah mengalami robek pada dagu. Keduanya adalah menumpang mobil xenia.
Dari data yang dihimpun Radar Bromo, Ford Ranger melaju kencang dari Timur. Sampai di tempat kecelakaan, mobil yang dikendarai Jermiyah itu diduga terlalu ke kanan dan mengalami selep. Mobil itu pun menabrak Xenia yang datang dari arah berlawanan.
Apes bagi penumpang Xenia. Begitu bertabrakan dengan Ford Ranger, Xenia kembali kena tabrak truk di belakangnya. Akibat kecelakaan itu, Xenia mengalami kerusakan paling parah.
Syafi'i, warga sekitar mengatakan, saat kecelakaan terjadi, kondisi jalan basah akibat hujan deras yang mengguyur. "Semalam memang hujan deras. Tadi pagi, saya lihat polisi yang mengevakuasi kendaraan belum ada yang bersepatu, karena genangan air di jalan cukup tinggi," kata Syafi'i.
Menurut Syafi'i, di tempat itu memang sering terjadi kecelakaan. Rata-rata katanya, melibatkan mobil mewah. Warga bahkan menilai, di tempat terjadinya kecelakaan ada mahluk halus. "Dulu, sopir Kijang yang pernah kecelakaan di tempat itu mengatakannya pada saya," pungkas Syafi'i. (jawapos.com)