DETAIL BERITA
MAU STUDI TUR, BUS TABRAK TRUK
oleh : 2010-05-14 08:33:42 [ Redaksi ]
Kecelakaan parah terjadi di Jalan Raya Cangkringmalang, Beji, siang kemarin (13/5). Sebuah bus pariwisata jurusan Bali-Jakarta menabrak truk pengangkut bir hitam. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hanya saja, kecelakaan ini membuat para siswa SMAN 1 Kuta Bali di bus pariwisata berteriak histeris.
Mereka histeris, karena laju bus bernopol DK 9090 HH ini sangat tinggi. Saat itu, ada empat rombongan bus Pariwisata yang berjalan konvoi. Dua bus melaju lebih dulu. Begitu sampai di jembatan Nyangkring, dekat PT Indofood Sukses Makmur, tiba-tiba kedua bus mendahului kendaraan lain.
Satu bus pariwisata berhasil mendahului. Namun, bus kedua yang dikemudikan I Gede Ariawan berpapasan dengan truk dari arah berlawanan. Truk bernopol N 7679 UU yang dikemudikan Nanang ini berjalan dari Timur. Nanang berlawanan tujuan dengan bus pariwisata ini. Jika bus pariwisata ini mengambil rute Bali-Jakarta, truk Nanang rutenya Jakarta-Bali.
Karena jaraknya sangat berdekatan, bodi depan bus langsung menyambar bodi samping truk. Brak! Bodi depan bus ringsek berat. Kaca depannya hancur total. Dasbor dekat kenek bus juga mblesek.
Serpihan kaca ini sempat mengenai wajah sopir dan beberapa siswa SMAN 1 Kuta. Beruntung, sopir dan para siswa mengalami luka tidak parah. Hanya saja, tabrakan ini membuat mereka histeris dan syok. "Aduh...aduh," rintih salah satu siswi saat dipapah petugas turun dari bus.
Beberapa siswa bahkan ada yang gemetaran dan seperti tidak sadar. Beberapa guru pendamping berusaha menyadarkan. "Kami mau studi tur ke Jakarta. Tujuan ke gedung DPR RI, ke SMAN di Jakarta dan Bandung. Eh, tahunya kena musibah begini," terang Ketut, salah satu guru pendamping.
Karena kadung setengah perjalanan, para siswa dan guru sepakat meneruskan perjalanan. Mereka kemudian mencarter bus lain dari Pasuruan. "Tadi itu, bus ini membuntuti bus pariwisata satunya. Terus mau nyalip kendaraan lain. Satu bus bisa lolos. Tapi bus ini terkena musibah," terang Achmad Nur, salah satu petugas Lalu Lintas.
Musibah ini sempat membuat macet jalan raya. Apalagi, beberapa warga dan karyawan Indofood berusaha melihat dari dekat. Mereka menyaksikan satu persatu siswa yang dievakuasi untuk meneruskan perjalanan ke Jakarta.
"Tadi itu jadwal makan paginya di Gempol sini. Eh, belum sampai Gempol sudah kena musibah ini. Bagaimana laporan ke Bos nanti," keluh Gede Ariawan, sopir bus Purnayasa ini.
Sementara, truk yang dikemudikan Nanang tidak mengalami kerusakan seberat bus pariwisata. Hanya, ada beberapa krat berisi botol minuman bir hitam yang sempat pecah. "Tadi, saya sudah banting stir ke kiri. Saya sudah minggir. Nggak tahunya, bus ini ada dua yang mau nyalip," terang sopir truk asal Kedawung, Grati ini. (jawapos.com)
Mereka histeris, karena laju bus bernopol DK 9090 HH ini sangat tinggi. Saat itu, ada empat rombongan bus Pariwisata yang berjalan konvoi. Dua bus melaju lebih dulu. Begitu sampai di jembatan Nyangkring, dekat PT Indofood Sukses Makmur, tiba-tiba kedua bus mendahului kendaraan lain.
Satu bus pariwisata berhasil mendahului. Namun, bus kedua yang dikemudikan I Gede Ariawan berpapasan dengan truk dari arah berlawanan. Truk bernopol N 7679 UU yang dikemudikan Nanang ini berjalan dari Timur. Nanang berlawanan tujuan dengan bus pariwisata ini. Jika bus pariwisata ini mengambil rute Bali-Jakarta, truk Nanang rutenya Jakarta-Bali.
Karena jaraknya sangat berdekatan, bodi depan bus langsung menyambar bodi samping truk. Brak! Bodi depan bus ringsek berat. Kaca depannya hancur total. Dasbor dekat kenek bus juga mblesek.
Serpihan kaca ini sempat mengenai wajah sopir dan beberapa siswa SMAN 1 Kuta. Beruntung, sopir dan para siswa mengalami luka tidak parah. Hanya saja, tabrakan ini membuat mereka histeris dan syok. "Aduh...aduh," rintih salah satu siswi saat dipapah petugas turun dari bus.
Beberapa siswa bahkan ada yang gemetaran dan seperti tidak sadar. Beberapa guru pendamping berusaha menyadarkan. "Kami mau studi tur ke Jakarta. Tujuan ke gedung DPR RI, ke SMAN di Jakarta dan Bandung. Eh, tahunya kena musibah begini," terang Ketut, salah satu guru pendamping.
Karena kadung setengah perjalanan, para siswa dan guru sepakat meneruskan perjalanan. Mereka kemudian mencarter bus lain dari Pasuruan. "Tadi itu, bus ini membuntuti bus pariwisata satunya. Terus mau nyalip kendaraan lain. Satu bus bisa lolos. Tapi bus ini terkena musibah," terang Achmad Nur, salah satu petugas Lalu Lintas.
Musibah ini sempat membuat macet jalan raya. Apalagi, beberapa warga dan karyawan Indofood berusaha melihat dari dekat. Mereka menyaksikan satu persatu siswa yang dievakuasi untuk meneruskan perjalanan ke Jakarta.
"Tadi itu jadwal makan paginya di Gempol sini. Eh, belum sampai Gempol sudah kena musibah ini. Bagaimana laporan ke Bos nanti," keluh Gede Ariawan, sopir bus Purnayasa ini.
Sementara, truk yang dikemudikan Nanang tidak mengalami kerusakan seberat bus pariwisata. Hanya, ada beberapa krat berisi botol minuman bir hitam yang sempat pecah. "Tadi, saya sudah banting stir ke kiri. Saya sudah minggir. Nggak tahunya, bus ini ada dua yang mau nyalip," terang sopir truk asal Kedawung, Grati ini. (jawapos.com)