eXTReMe Tracker









DETAIL BERITA

DUA LAKA DI GEMPOL TANPA KORBAN
oleh : 2010-05-19 08:37:22 [ Redaksi ]

Selama sehari kemarin (18/5), terjadi dua kecelakaan di wilayah Barat Kabupaten Pasuruan. Kecelakaan pertama terjadi di Pandelegan, Desa Raci, Bangil sekitar pukul 04.30 WIB. Kecelakaan kedua terjadi Desa Ngerong, Gempol, sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, kedua kecalakaan itu tidak sampai menelan korban.

Dari data yang dihimpun Radar Bromo, kecelakaan pertama dialami mobil Mitsubishi Luxio. Mobil itu nyangsang di pembatas (median) jalan. Mobil dengan nopol L.1629 WB itu dikendarai Siswanto, 39, warga Klatakan, Kabupaten Situbondo.

Saat itu, warga Pandelegan sedang salat subuh di masjid setempat sekitar pukul 04.30 WIB. Tiba-tiba terdengar suara benturan di jalur pantura, tepatnya di sebelah Selatan masjid tersebut. "Saat kecelakaan, warga sedang salah subuh," kata Sugianto, warga setempat.

Kecelakaan itu bermula saat Siswanto melaju kencang dari Timur. Sampai di tempat kejadian, Siswanto bermaksud mendahului kendaraan lain di depannya. Tapi sial, dia tidak mengetahui ada sebuah median jalan di depannya. Akibatnya, ia pun menghantam median jalan itu.

Sebelum menghantam median jalan, Luxio yang disopiri Siswanto terlebih dahulu menghantam tong yang dipasang di tengah sebagai pembatas jalan. "Saya tidak tahu kalau ada median jalan di depan. Saat menyalip, tiba-tiba saya lihat ada tong di tengah jalan sebagai pembatas. Usai menabrak tong, saya sudah tidak nututi ngerem dan akhirnya median jalan itu tertabrak," aku Siswanto saat ditemui di Poslantas Pier, kemarin.

Siswanto mengatakan, ia dan keluarganya berniat ziarah ke beberapa pesantren di pulau Madura. Dari rumahnya di Klatakan, Situbondo, Siswanto dan keluarga berangkat dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Namun setelah kecelakaan itu, keluarga siswanto langsung kembali ke Klatakan dengan mengendarai bis umum. "Keluarga saya sudah pulang semua, tinggal saya di sini untuk mengurus monil," ujar Siswanto saat ditanya kondisi keluarganya.

Kecelakaan kedua terjadi di Jalur Pasuruan-Pandaan, tepatnya di Desa Ngerong, Gempol. Sebuah truk trailer bernopol L 5428 BU yang melaju dari Selatan nyungsep ke sungai di sisi kanan jalan.

Truk yang disopiri Yulianto,30, warga Desa Sukolilo, RT 03 RW 06, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan itu nyungsep sekitar pukul 12.00 WIB.

Dari penuturan warga setempat, kecelakaan terjadi karena rem trailer blong. Sebelum nyungsep, trailer berjalan oleng dan semakin mengarah ke kanan jalan. Trailer yang berangkat dari Nampes, Pandaan menuju Pelabuhan Perak, Surabaya itu akhirnya nyungsep.

"Dari Selatan, sopir dan kernetnya sudah teriak-teriak bahwa remnya blong. Saat jalan semakin menurun, sopir mengarahkan truk yang dikemudikannya ke sungai di sisi kenan jalan," ujar Hermanto, warga setempat. "Sepertinya sopir telah merencanakan untuk mengarahkan truknya ke sungai, tapi masih nunggu kesempatan kendaraan dari arah berlawanan kosong," lanjutnya.

Jika tidak mengarahkan truknya ke sungai di sisi kanan jalan, jelas Suhermanto, mungki truk akan menabrak kendaraan lain di depannya. Sementara jika truk diarahkan ke sisi kiri jalan, maka kendaraan berbadan besar itu akan menyasak beberapa warung yang berbaris di sana.

Hingga sore kemarin, truk traliler yang nyungsep ke sungai ini menjadi tontotan beberapa pengguna jalan. Sama seperti kecelakaan di Pandelegan, Raci, kecelakaan ini juga tidak sampai memakan korban jiwa.

Namun, kepala truk rusak parah. Sementara sopir Truk Yuliato dilarikan ke Pusdik Watukosek, Gempol karena mengalami luka pada kepala. (jawapos.com)



» Arsip Berita